Yunus lahir di Chittagong, dan belajar di Chittagong Collegiate School dan Chittagong College. Kemudian ia melanjutkan ke jenjang Ph.D. di bidang ekonomi di Universitas Vanderbilt pada tahun 1969. Selesai kuliah, ia bekerja di Universitas Chittagong sebagai dosen di bidang ekonomi. Saat Bangladesh mengalami bencana kelaparan pada tahun 1974, Yunus terjun langsung memerangi kemiskinan dengan cara memberikan pinjaman skala kecil kepada mereka yang sangat membutuhkannya. Ia yakin bahwa pinjaman yang sangat kecil tersebut dapat membuat perubahan yang besar terhadap kemampuan kaum miskin untuk bertahan hidup.
Pada tahun 1976, Yunus mendirikan Grameen Bank yang memberi pinjaman pada kaum miskin di Bangladesh. Hinggal saat ini, Grameen Bank telah menyalurkan pinjaman lebih dari 3 miliar dolar ke sekitar 2,4 juta peminjam. Untuk menjamin pembayaran utang, Grameen Bank menggunakan sistem "kelompok solidaritas". Kelompok-kelompok ini mengajukan permohonan pinjaman bersama-sama, dan setiap anggotanya berfungsi sebagai penjamin anggota lainnya, sehingga mereka dapat berkembang bersama-sama.
Keberhasilan model Grameen ini telah menginspirasikan model serupa dikembangkan di dunia berkembang lainnya, dan bahkan termasuk di negara maju seperti Amerika Serikat.
Semoga keberhasilan Muhammad Yunus ini menginspirasi pihak-pihak di Indonesia yang punya kepedulian terhadap usaha mikro ini. Bagaimanapun juga, sektor informal dan UKM ini adalah penyelamat bangsa. Tanpa mengeluh dan meminta-minta, mereka bangkit dan terus tumbuh di tengah-tengah krismon yang melanda Indonesia tahun 1997-1998 lalu. Sementara para konglomerat dengan segala kepintarannya itu berhasil mengelabui pemerintah dan merampok serta melarikan uang rakyat ke luar negeri. Pertanyaannya, siapa yang sebenarnya lebih nasionalis? Para konglomerat besar itu atau para pengusaha mikro itu?
Muhammad Yunus, tanpa banyak bicara telah membuktikan keyakinannya itu.
cocok kalau komunitas TDA bikin Grameen bank, gimana ?
----------------------------
Tuhan adalah Sang Sumber Energi. Energi-Nya tidak memiliki stigma dan prasangka buruk terhadap manusia. Semua akan dibagikan sebanyak yang manusia inginkan dan semampu mereka menampungnya. Tidak ada anak emas. Seorang nabi dapat curahan energi-Nya lebih banyak karena mereka sanggup menerimanya. Seandainya seluruh makhluk di alam semesta ini berlomba mendapatkan curahan energi-Nya, maka energi itu tidaklah akan pernah habis, bahkan tidak berkurang sedikitpun.
Tuhan akan terus menerus menjadi sumber yang melimpah tiada henti. Menyalurkan berbagai bentuk energi positif kepada hamba-Nya. Hanya saja sumber energi positif itu disalurkan melalui proses, yakni melalui 'gardu-gardu perantara' agar kita sanggup menerimanya. "Gardu-gardu perantara' itu adalah kita, manusia yang mendiami bumi ini. Bagi manusia yang ingin mendapatkan kemuliaan dan kebaikan sebanyak mungkin dari Tuhan maka jadilah Gardu Energi Positif (Gardu Epos). Semakin besar Gardu Epos yang kita siapkan, semakin banyak energi yang bisa kita salurkan kepada orang lain. Dan yang pasti, semakin besar Gardu Epos kita maka semakin dekat kita kepada Sang Maha Pencipta.
Salah satu contoh Gardu Epos dunia saat ini adalah M. Yunus. Dia seorang dosen di Bangladesh. Terdorong oleh keprihatinannya dengan kemiskinan di Bangladesh, M. Yunus memberikan pinjaman 20 sen untuk menolong seorang ibu melepaskan diri dari hutang rentenir. Ternyata Ibu yang bernama Sophia Kathon itu lancar mengembalikan pinjaman senilai 20 sen dari M. Yunus.
M. Yunus kemudian memberikan pinjaman untuk 42 orang berikutnya dengan uang sejumlah $27. Keinginan M. Yunus hanya satu, yakni agar orang-orang miskin yang dia tolong bisa berdikari memulai usaha tanpa meminjam uang dari rentenir.
Dengan modal kepercayaan, M.Yunus terus berjuang walaupun orang lain melihatnya sebagai proyek mustahil. Orang-orang di sekitar M.Yunus terus mengatakan "Orang miskin itu tidak bankable. Tidak sanggup menggembalikan pinjaman. Jangan berurusan dengan mereka."
Namun, M.Yunus tak berhenti memberikan pinjaman bagi mereka yang \nmemerlukan. Mulai dengan satu desa, dua desa, sepuluh, lima puluh, hingga seratus desa. Yunus kemudian mulai berpikir untuk lebih menampung banyak orang yang ia tolong dengan mendirikan bank. Walaupun bernama bank, lembaga itu tetap dengan tujuan yang sama yaitu memberikan pinjaman modal bagi golongan menengah ke bawah yang ingin
mengubah hidupnya. Maka berdirilah Grameen Bank. Hanya bermodal awal 20 sen, M. Yunus kini telah memberikan pinjaman di 46.000 desa. Gramen Bank memiliki 1.267 cabang. Bank orang miskin itu mampu menyerap 12.000 pekerja lebih. Grameen Bank telah memberikan pinjaman dengan total Rp 450 trilyun. Pinjaman yang diberikan berkisar antar Rp 120.000 – Rp 150.000 per orang. Orang-orang miskin yang disebut tidak bankable tadi, juga para pengemis bisa meminjam ke Grameen Bank. Bank untuk orang miskin itu telah menyelamatkan jutaan orang dari jeratan rentenir.
'Gardu Epos' M. Yunus semakin membesar dan meningkat karena semakin banyak orang yang mampu memetik manfaat dari kegiatannya. M. Yunus telah membuktikan bahwa dengan 20 sen ia mampu menjadi 'Gardu Epos' dunia. Semakin tinggi 'Gardu Epos' kita semakin mulialah kehidupan kita.
Dengan menjadi 'Gardu Epos' kita akan mampu meraih harta, tahta, kata dan cinta pada tingkatan yang lebih tinggi. Selain itu, dengan menjadi 'Gardu Epos' kita juga akan memperoleh keberkahan dan kemulian hidup.
Jika dengan 20 sen saja M. Yunus bisa menjadi \'Gardu Epos\' dunia yang mampu menolong jutaan orang, itu berarti kita semua juga bisa menjadi gardu epos dunia, tanpa kecuali. Mari, berlomba menjadi gardu epos \ndunia agar kehadiran anda selalu dinanti penduduk bumi dan dicintai penduduk langit.
2 komentar:
Apakah Anda perlu pinjaman tanpa jaminan untuk mendirikan sebuah bisnis atau pinjaman untuk renovasi dan banyak lagi, pencarian tidak lebih, kami adalah perusahaan yang sah dan pada tingkat bunga rendah dari 2% dan bersedia untuk meminjamkan jumlah yang Anda ingin meminjam dan membuat tahun ini yang berhasil untuk Anda. Mohon mengisi data pinjaman ini di bawah ini dan menghubungi kami melalui email perusahaan kami: gloryloanfirm@gmail.com.
Nama lengkap: _______________
Negara: __________________
Sex: ______________________
Umur: ______________________
Jumlah Pinjaman Dibutuhkan: _______
Durasi Pinjaman: ____________
Tujuan pinjaman: _____________
Nomor ponsel: ________
Untuk informasi lebih lanjut silahkan hubungi kami sekarang melalui email: gloryloanfirm@gmail.com
Saya telah berpikir bahwa semua perusahaan pinjaman online curang sampai saya bertemu dengan perusahaan pinjaman Suzan yang meminjamkan uang tanpa membayar lebih dulu.
Nama saya Amisha, saya ingin menggunakan media ini untuk memperingatkan orang-orang yang mencari pinjaman internet di Asia dan di seluruh dunia untuk berhati-hati, karena mereka menipu dan meminjamkan pinjaman palsu di internet.
Saya ingin membagikan kesaksian saya tentang bagaimana seorang teman membawa saya ke pemberi pinjaman asli, setelah itu saya scammed oleh beberapa kreditor di internet. Saya hampir kehilangan harapan sampai saya bertemu kreditur terpercaya ini bernama perusahaan Suzan investment. Perusahaan suzan meminjamkan pinjaman tanpa jaminan sebesar 600 juta rupiah (Rp600.000.000) dalam waktu kurang dari 48 jam tanpa tekanan.
Saya sangat terkejut dan senang menerima pinjaman saya. Saya berjanji bahwa saya akan berbagi kabar baik sehingga orang bisa mendapatkan pinjaman mudah tanpa stres. Jadi jika Anda memerlukan pinjaman, hubungi mereka melalui email: (Suzaninvestment@gmail.com) Anda tidak akan kecewa mendapatkan pinjaman jika memenuhi persyaratan.
Anda juga bisa menghubungi saya: (Ammisha1213@gmail.com) jika Anda memerlukan bantuan atau informasi lebih lanjut
Posting Komentar